Home
Galleri
Agenda
Berita
Pencarian
Kontak
Download
Email
Respon
Pegunungan Bintang
KEMANDIRIAN DI TANAH APLIM APOM
GLOBAL
ANALISA
PROSPEK
PEMERINTAHAN
BUDAYA
DPRD
PBF DAPAT TAMBAHKAN BIAYA DISTRIBUSI
2010-02-06 Sabtu 07:26:05
Ketentuan pemerintah yang baru memperbolehkan Pedagang Besar Farmasi (PBF) menambahkan biaya distribusi ke dalam harga jual obat generik yang disalurkan ke pemerintah, rumah sakit, apotek dan sarana kesehatan lain.

"PBF dapat menambahkan biaya distribusi antara lima persen sampai 20 persen dari harga netto apotek dan pajak pertambahan nilai sesuai regionalnya. Tapi harga jual ke konsumen tetap tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi," kata Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Sri Indrawaty di Jakarta, Jumat.

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.03.01/Menkes/146/I/2010 tentang harga obat generik yang ditetapkan tanggal 27 Januari 2010, plafon biaya distribusi ditetapkan pemerintah berdasarkan wilayah.

PBF tidak boleh menambahkan biaya distribusi untuk penyaluran obat generik ke daerah regional I termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Lampung dan Banten.

"Sedang untuk daerah di regional II yang mencakup Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Barat mereka dapat menambahkan biaya distribusi maksimum lima persen," kata Sri.

Menurut ketentuan itu, PBF yang menyalurkan obat generik ke daerah di regional III seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Kalimantan, dan Sulawesi dapat menambahkan biaya distribusi maksimal 10 persen.

Sementara untuk distribusi ke daerah di regional IV yang meliputi provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, PBF dapat menambahkan biaya maksimal 20 persen dari harga netto apotek dan pajak pertambahan nilai.

"Kebijakan ini diambil untuk menjamin ketersediaan obat di seluruh wilayah, supaya tidak ada lagi yang tidak mau mendistribusikan obat generik ke wilayah tertentu dengan alasan biaya distribusinya terlalu mahal," kata Sri.

Ia menjelaskan, dalam peraturan yang ada sebelumnya pemerintah tidak mengatur penambahan biaya distribusi untuk penyaluran obat generik ke wilayah tertentu.

Hal itu, menurut dia, membuat pedagang besar farmasi hanya memasarkan produk obat generik yang marjin keuntungannya dianggap kecil ke wilayah Jawa-Bali dan sekitarnya.

"Akibatnya jenis obat generik tertentu sudah didapat di wilayah yang jauh dari Jawa seperti Kalimantan, Aceh dan Papua," katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pemerintah akan mengawasi pelaksanaan peraturan baru tentang harga obat generik tersebut untuk memastikan semua jenis obat generik essensial tersedia di seluruh wilayah.

"Kita akan awasi, apakah mereka benar-benar mendistribusikannya ke seluruh wilayah Indonesia," katanya.


s
s
s
s
s
  Cuaca
 

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 137

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 145

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 153

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 137

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 145

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 153
Sektor manakah yang harus didahulukan dalam pembangunan 2010?
Kesehatan
Pendidikan
Perkebunan
Pertanian
Transportasi

s
s
s
 
Untitled Document

Copyright © 2009 PEGBINTANGKAB.GO.ID. All Rights Reserved.
Our Website pegbintangkab.go.id