Home
Galleri
Agenda
Berita
Pencarian
Kontak
Download
Email
Respon
Pegunungan Bintang
KEMANDIRIAN DI TANAH APLIM APOM
GLOBAL
ANALISA
PROSPEK
PEMERINTAHAN
BUDAYA
DPRD
MENHUT: "FOOD ESTATE" GUNAKAN TANAH TERLANTAR DULU
2010-02-09 Selasa 06:58:58
Menteri Kehutanan menegaskan pembangunan pertanian dalam skala luas (food estate) untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional sebaiknya menggunakan lahan terlantar lebih dulu.

"Saya juga tidak akan memberikan areal konversi untuk pengembangan `food estate`, selama di kawasan itu tegakannya masih bagus-bagus, kayunya besar-besar," kata Menhut Zulkifli Hasan di Jakarta, Senin, ketika menyampaikan progres 100 hari kementerian kehutanan.

Yang pasti, menurut menteri, kementerian kehutanan sangat mendukung program pemerintah untuk swasembada pangan, selama pengembangannya dilaksanakan pada areal terlantar yang sampai kini luasnya mencapai tujuh juta hektare.

Untuk menciptakan swasembada pangan, kementerian pertanian berencana mengembangkan "food estate" di Merauke, Papua.

Menurut Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi, pemerintah akan memulai pengembangan "food estate" seluas 500.000 hektare dan pada tahun pertama akan dimulai dengan pembukaan lahan seluas 100.000 hektare. Program itu rencananya akan dikembangkan hingga 1,2-1,8 juta hektare.

Bayu menyatakan, pencanangan food estate yang rencananya tanggal 12 Februari masih terkendala perijinan dari Kementerian Kehutanan. Namun Zulkifli membantah tidak memberikan ijin tersebut. "Lho, sampai sekarang belum ada permohonan konversi hutan yang masuk dari sana (Kementerian Pertanian), bagaimana kita mau beri ijin," ucap Zulkifli.

Pengembangan "food estate" di Merauke, Papua, diperkirakan memerlukan investasi sekitar Rp50-60 triliun.

Bayu mengatakan, saat ini sudah ada 36 investor asing mau pun dalam negeri yang siap menanamkan modal untuk pengembangan "food estate" tersebut.

Dikatakannya, pengembangan kawasan Merauke Papua sebagai "food estate" akan memberikan kontribusi tambahan kepada produksi padi dan gula nasional hingga jutaan ton.

Bayu mengatakan, potensi produksi padi (beras) bisa bertambah sampai satu juta ton dan gula 800.000 hingga 1,2 juta ton dalam jangka menengah dan jangka panjang.

"Jika produksi beras lima ton per hektare, harapan kita kalau sekitar 200.000 hektare maka akan ada kontribusi satu juta ton beras dari kawasan ini," kata Bayu.

Untuk tahap awal, katanya, produksi beras di Merauke dikembangkan melalui lahan skala kecil 8.000 sampai 10.000 hektare, sedangkan untuk gula pada tahap awal bisa dikembangkan melalui lahan 30.000 hektare.

Dengan pengembangan lahan 30.000 hektare tersebut, menurut dia, potensi produksi gula nasional bisa bertambah 800.000 sampai 1,2 juta ton.

Tambang

Menyangkut izin pinjam pakai untuk sektor tambang, Menhut mengatakan, pihaknya kini sedang fokus pada penertiban perusahaan tambang yang tidak melakukan reklamasi.

Meski mengaku belum menandatangani satu pun izin pinjam pakai untuk perusahaan tambang, namun ia mengatakan sampai kini sudah ada 516 izin pinjam pakai yang dikeluarkan kementerian kehutanan untuk sektor tambang dengan luas mencapai 468.001 hektare.

Setelah beroperasi sekian lama, menurut dia, ada 23 perusahaan tambang yang dihentikan kegiatannya karena dianggap melanggar aturan kehutanan, sedang delapan perusahaan tambang mendapat peringatan, sembilan perusahaan ditunda proses permohonannya dan 51 perusahaan ditolak permohonannya.

"Yang kita mau adalah pembangunan kehutanan dan sektor lain di kawasan hutan secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Saya belum tandatangani izin untuk pinjam pakai karena tunggu keluarnya PP Tata cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan yang sudah sembilan tahun mandeg," katanya.

Sementara untuk menindak tambang di dalam kawasan hutan tanpa izin pinjam pakai (illegal) , kata menteri, kementerian kehutanan melakukan koordinasi dengan KPK, kepolisian, dan kejaksaan.

Yang pasti, "Kita saat ini sedang memetakan tambang-tambang illegal sebagai dasar operasi penindakan di lapangan."


s
s
s
s
s
  Cuaca
 

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 137

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 145

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 153

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 137

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 145

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 153
Sektor manakah yang harus didahulukan dalam pembangunan 2010?
Kesehatan
Pendidikan
Perkebunan
Pertanian
Transportasi

s
s
s
 
Untitled Document

Copyright © 2009 PEGBINTANGKAB.GO.ID. All Rights Reserved.
Our Website pegbintangkab.go.id