Fokus pembangunan merupakan suatu wacana yang sangat penting dalam pembangunan sebuah daerah oleh karena itu diperlukan arah-arah kebijaksanan sebagai alat untuk mencapai tujuan dan untuk pembangunan daerah itu sendiri.
ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH
TUJUAN
Tujuan Pembangunan di Kabupaten Pegunungan Bintang adalah :
Memberikan pelayanan, pembinaan, dan perlindungan kepada masyarakat. Menciptakan aksesibilitas wilayah dan intormasi. Meningkatkan kualitas, harkat dan martabat manusia melalui pembangunan berbagai aspek kehidupan.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha ekonomi dan peningkatan pendapatan.
SASARAN
Sasaran - sasaran pembangunan yang ingin dicapai meliputi: .
Terbinanya kualitas manajemen dan pelayanan kelembagaan pemerintah dan masyarakat.
Terciptanya aksesibilitas wilayah untuk mendukung mobilitas arus barang dan manusia dari dan ke distrik-distrik dan ibukota kabupaten sebagai pusat pelayanan dan pembangunan.
Terbinanya kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia yang mampu memantaatkan potensi sumberdaya alam dan menghadapi tantangan global. Semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang didukung pengembangan usaha ekonomi dan meningkatnya pendapatan.
Terbina serta terlestarinya nilai-nilai seni-budaya, adat istiadat, semagat kerja keras, gotong royong, kemandirian dan lingkungan fisik.
Terciptanya stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah untuk mendukung pelaksanaan pembangunan.
Terbukanya peluang investasi untuk mengelola potensi sumber daya alam yang tersedia.
Kebijakan Pembangunan
Kebijakan Pembangunan di Kabupaten Pegunungan Bintang diarahkan pada upaya pemberdayaan dan peningkatan kemampuan masyarakat melalui Pembangunan berbasis Disfrik. Pendekatan Pembangunan.
Ada Empat Pendekatan pembangunan, yaitu :
1. Pendekatan Konsep. Perumusan masalah, visi, misi, kebijakan, pendekatan, program prioritas, tujuan, sasaran, target serta biaya yang dituangkan dalam Renstra harus secermat mungkin, sehingga dapat mencapai dayaguna dan hasilguna yang optimal. Karena itu, pembentukan data base sektor, pembuatan tata ruang, foto udara, studi potenst, data penduduk dan PDRB merupakan konsep dasar untuk pembangunan daerah.
2. Pendekatan Sosial Budaya. Konsep pembangunan Kabupaten Pegunungan Bintang memperhatikan serta bertolak dari tatanan nilai sosial budaya, kebiasaan, hukum, agama serta tuntutan kebutuhan masyarakat.
3. Pendekatan Pembangunan Berwawasan Ramah Lingkungan Dalam menyusun program serta melaksanakan pembangunan pemerintah harus memiliki wawasan ramah lingkungan artinya pemerintah harus mau dan mampu melestarikan tatanan nilai yang ada di dalam masyarakat seperti hak ulayat, tempat-tempat keramat, adat istiadat, agama dan hukum serta lingkungan fisik.
4. Pendekatan Kewilayahan Kondisi geografis yang sulit dan perkembangan pembangunan antar distrik yang berbeda, keterbatasan sarana dan prasarana transportasi dan komunikasi menyebabkan kurang efektifnya pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat.
Dengan pendekatan kewilayahan pembangunan akan dilakukan pemekaran distrik dan kampung/desa. Pemekaran distrik diprioritaskan pada distrik Borme, Oksibil, Okbibab dan Kiwirok, sementara pemekaran kampung/desa diprioritaskan bagi kampung-kampung/desa yang luas wilayahnya cukup besar, jauh dan potensial.
Disamping itu ditetapkan pula perwilayahan komoditas/ kawasan pembangunan, yaitu wilayah Iwur, Batom dan Aboy sebagai kawasan pengembangan pertanian tanaman pangan dan perkebunan (padi, vanili, kelapa hibrida) ditambah peternakan dan perikanan. Wilayah Borme, Bime, Epomek, Una/Ukam, Kiwirok dan Okyop kawasan pengembangan tanaman pangan dan perkebunan (sayur mayur, kopi, apel, kunyit) ditambah dengan peternakan dan budidaya ikan air tawar. Wilayah Okbibab, Oksibil dan Pepera ditetapkan sebagai kawasan pengembangan perkebunan (kopi, apel, jeruk, markisa) ditambah dengan peternakan dan budidaya ikan air tawar.
Pembangunan/peningkatan lapangan terbang dilakukan untuk semua wilayah, sementara pembangunan jalan jalan perioritas I adalah Oksibil - Iwur - Arimtap - Tanahmera. Jalur lainnya dimulai dengan pembangunan jalan padat karya untuk membuka isolasi wilayah. Di Distrik Aboy (wilayah utara) dan Seradala (wilayah selatan) akan dibangun lapangan terbang bertaraf internasional.
Pengembangan Distrik Oklsibil sebagai pusat pemerintahan dan pusat pelayanan, pusat pembangunan dan kota wisata (termasuk distrik Bime). Sedangkan 6 distrik lainnya dikembangkan sebagai pusat pelayaan dan pembangunan.
Cuaca
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 137
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 145
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 153
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 137
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 145
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 153
Sektor manakah yang harus didahulukan dalam pembangunan 2010?