Kondisi obyektif menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang terletak di pegunungan pada ketinggian ± 4000 kaki dari permukaan laut dan serba tertutup, penduduk hidup berkonsentrasi di lereng- lereng gunung dan lembah-lembah kecil, sehingga sangat menyulitkan pelayanan dan pembinaan.
Selain itu dari 10 distrik 6 distrik terletak di kawasan Datasan dengan 45% penduduknya merupakan masyarakat yang mempunyai hak ulayat di wilayah PNG dan selalu melakukan kunjungan secara lisional.
Keadaan ini sering dimanfaatkan oleh kelompok yang menamakan GPK, sehingga kawasan ini dipandang sebagai daerah rawan keamanan. operasi-operasi keamanan seringkali dilakukan, masyarakat hidup tertekan, tidak bebas, takut dan berusaha pindah ke wilayah PNG untuk memperoleh ketenangan serta perlindungan.
Sementara itu, Pemerintah dengan alasan keamanan enggan mengarahkan program/kegiatan pembangunan ke wiyah tersebut. Akibatnya selama 38 tahun bergabung dengan Kabupaten Jayawijaya perkembangan pembangunan berbagai sektor kehidupan masyarakat relatif lamban dan terbelakang, bila dibandingkan dengan daerah pedalaman lainnya di Provinsi Papua. Sementara sumberdaya manusia dan sumberdaya alamnya cukup potensial.
Pemerintah memperhatikan keadaan tersebut di atas, sehingga untuk mempercepat Pembangunan di kawasan-kawasan tertinggal Pemerintah telah membentuk serta pemekaran 14 Kabupaten baru di Provinsi Papua dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002, termasuk di dalamnya Kabupaten Pegunungan Bintang yang telah diresmikan pada tanggal 12 April 2003. Tugas seoang Penjabat Bupati disamping melaksanakan tiga tugas pokoknya dituntut pula untuk menentukan arah dan meletakkan landasan pembangunan kabupaten Pegunungan Bintang dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
Arah dan landasan pembangunan itu telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Percepatan Pembangunan Kabupaten Pegunungan Bintang. Renstra yang disusun bersifat terintegrasi antar sektor, antarkawasan dan antarkebutuhan pembangunan dengan menentukan prioritas secara selektif. Fokus pembangunannya adalah pengembangan sumberdaya manusia melalui pembangunan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat serta intrastruktur.
Untuk mendukung percepatan Pembangunan, maka pembangunan peningkatan lapangan terbang pada seluruh distrik dan pembangunan jalan penghubung dari Oksibil ke arah selatan menuju Kabupaten Baven Digul dan arah utara menuju kabupaten Keerom menjadi prioritas tinggi.
Cuaca
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 137
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 145
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 153
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 137
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 145
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/pegboid1/public_html/modul/bmg/parse_bmg.php on line 153
Sektor manakah yang harus didahulukan dalam pembangunan 2010?